oleh : Akhi Eko Sedayu
Buku ini merupakan buku pertama yang mengenalkan saya akan hakikat tauhid dan syirik yang sebenarnya, islam dan iman kepada-Nya dengan meng-kufuri thagut. membahas mengenai tauhid dan syirik adalah bagaikan dua hal yang tidak mungkin bisa bersatu dalam diri seseorang. karena keduanya memiliki sifat yang saling berlawanan antara satu dengan yang lainnya. Dan kedua-duanya tidak mungkin hilang dalam waktu yang bersamaan, bagaikan siang dan malam yang tak kan pernah bertemu.
Maka status seorang manusia hanya ada dua; Muslim Muwahhid atau orang Musyrik. Karena tidak mungkin seseorang itu dikatakan sebagai muwahhid (orang yang mentauhidkan-Nya) juga sekaligus musyrik (orang yang melakukan perkara-perkara kesyirikan). Dan tidak ada status ketiga dalam masalah ini.
Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah di dalam Syarh Ashli Dienil Islam dan Syaikh Abdullathif di dalam Minhajut Ta’sis, keduanya menjelaskan: “Siapa yang melakukan syirik, maka dia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya (tauhid dan syirik ini) adalah dua hal yang kontradiksi yang tidak bisa bersatu (pada satu waktu dalam satu objek) dan tidak bisa kedua-duanya hilang (dalam satu waktu dari objek itu).”
Maka status seorang manusia hanya ada dua; Muslim Muwahhid atau orang Musyrik. Karena tidak mungkin seseorang itu dikatakan sebagai muwahhid (orang yang mentauhidkan-Nya) juga sekaligus musyrik (orang yang melakukan perkara-perkara kesyirikan). Dan tidak ada status ketiga dalam masalah ini.
Syaikh Abdurrahman bin Hasan bin Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah di dalam Syarh Ashli Dienil Islam dan Syaikh Abdullathif di dalam Minhajut Ta’sis, keduanya menjelaskan: “Siapa yang melakukan syirik, maka dia telah meninggalkan tauhid, karena keduanya (tauhid dan syirik ini) adalah dua hal yang kontradiksi yang tidak bisa bersatu (pada satu waktu dalam satu objek) dan tidak bisa kedua-duanya hilang (dalam satu waktu dari objek itu).”
Buku ini sangat tepat bila dijadikan rujukan bagi orang-orang yang senantisa merindukan kebenaran yang hakiki.
*penulis adala mahasantri ma'had 'aly tahfidzul Qur'an Bait At-Tanzil

Dimna kita brli nya khy,mohon inf ny ana pngen bangt
BalasHapus