0
Etika Seorang Penuntut ilmu
Hasan Al-Bashri berkata : “ Aku belajar satu bab saja dari ilmu lalu aku ajarkan kepada seorang muslim lebih aku sukai dari pada aku memiliki semua yang ada di dunia ini kemudian aku infaqkan dijalan Allah.”
Betapa ulama-ulama kita pada masa lalu telah memberi contoh pada kita akan pentingnya menuntut ilmu dan bagaimana kesungguhan dan semangat beliau didalam menuntut ilmu. Karena dengan ilmu inilah kita bisa mengetahui mana jalan yang benar dan mana jalan yang salah.  Dan Ilmu itu lebih baik dari pada semua harta benda yang ada dimuka bumi ini, karena ketika kita memiliki harta yang banyak maka kita akan dipusingkan mengenai bagaimana kita menjaga harta itu agar tidak dicuri maling, tetapi ketika kita memiliki ilmu yang banyak maka ilmu tersebutlah yang akan menjaga kita. Selain itu juga ketika ketika kita memiliki harta yang banyak maka kita akan dipusingkan juga mengenai bagaimana kita memutuskan pembagian harta tersebut untuk anak cucu kita, tetapi ketika kita memiliki ilmu yang banyak maka ilmu tersebutlah yang akan menjadi pemutus perkaranya atau yang menjadi hakimnya.
Selain itu sebagai seorang penuntut ilmu kita juga wajib memperhatikan etika-etika yang harus diperhatikan oleh seorang penuntut ilmu, karena apabila kita tidak memperhatikan atau mengamalkan etika-etika sebagai seorang penuntut ilmu maka ilmu yang kita dapatkan tidak akan barokah dan tidak memberi manfaat bagi kita. Oleh karena itu, agar ilmu yang kita peroleh itu barokah dan bermanfaat bagi kita maka kita harus memperhatikan akhlak atau etika bagi seorang penuntut ilmu.
Berikut ini beberapa Akhlak ( Etika) bagi penuntut ilmu :
1.      Ikhlas hanya mengharapkan ridho ALLAh semata.
2.      Menghormati Ulama’ (Ustadz) dan majelis ilmu.
3.      Imam Syafi’ie berkata : “ Aku senantiasa membuka halaman buku dihadapan imam malik dengann sangat pelan dan hati-hati agar beliau tidak mendengarnya.”
4.      Sabar dalam menuntut ilmu
“ Barang siapa tidak mau bersabar mengecap pahitnya menuntut ilmu, niscaya sisa usianya akan berada dalam kebodohan. Barang siapa bersabar dalam menuntut ilmu niscaya dia akan memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.”
5.      Jujur dan amanah
-          Penuh perhatian ketika menuntut ilmu
-          Kembali kepada kebenaran bila terbukti salah
-          Tidak curang entah itu dalam ujian, karya tulis, tesis dan lain-lain.
      6.   Mengoptimalkan waktu.
Rosulullah SAW bersabda : “ Ada dua kenikmatan yang manusia sering terlupa olehnya, yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang.”
Rasulullah juga pernah berdo’a untuk umatnya :“ Ya Allah Berkatilah umatku diwaktu pagi mereka”
Khotib Al-Baghdadi berkata : “ Waktu yang paling baik untuk menghafal adalah waktu sahur, tengah hari, dan sebelum Isya’. Menghafal pada malam hari lebih baik dari siang hari.”
7.      Mendiskusikan dan memuroja’ah ilmu agar tidak lupa
Abi Abdillah Ja’far Bin Abdillah berkata : “ Hati itu ibarat tanah, ilmu itu ibarat tanamannya, dan muroja’ah adalah airnya. Apabila tanah atau tanaman itu tidak mendapat air maka ia akan mati.”
8.      Tawadhu’ ( merendahkan diri)
“ Cukuplah seorang disebut berilmu apabila ia takut kepada ALLAH dan cukuplah seorang disebut bodoh apabila ia takjub dengan ilmu yang dimilikinya.”
9.      Beramal dengan ilmunya dan menjauhi maksiat
Fudhail bin iyadh berkata : “ Cukuplah seorang disebut berilmu apabila ia mengamalkan apa yang ia ketahui, dan tetap disebut jahil apabila ia tidak mengamalkannya.”
10.  Berlomba-lomba dalam kebaikan
Kita berlomba dengan saudara, teman, atau sahabat kita dalam melakukan amal kebaikan, dengan tetap menjaga niat kita untuk menggapai ridho ALLAH semata.

Semoga kita senantiasa mendapat petunjuk dari Allah SWT sehinga kita tetap istiqomah dalam kebaikan dan senantiasa berada dijalan-NYA.
By Rian Fauzy Olmyls salah satu mahasantri di Ma’had ‘Aly BAIT AT-TANZIL

Posting Komentar

 
Top